Sunday, 6 September 2015
Thursday, 14 May 2015
Absurd
Hujan turun deras sore ini, meninggalkan kabut dan memburamkan kaca jendela kamarku. Angin bertiup kencang, dari sudut kamar aku menikmatinya. Diluar, petir menyambar-nyambar begitu kentara terdengar di telingaku. Aku disini, sendiri. Hanya bersama suara nyaring percikan hujan. aku sering merindukannya pada kemarau panjang yang lalu. Ia meninggalkan kesan yang syahdu, dan bau tanah yang membuatku merasa jatuh cinta pada Tuhan, pada alam, lagi dan lagi. Cinta yang luar biasa dari alasan yang sederhana. Maka aku merasakan sensasi yang luar biasa.
Sunday, 15 March 2015
Hijrah
Kita bergelut dengan kehidupan, juga kematian, dan menimbang seakan keduanya merupakan hal yang bermusuhan, disaat kita sadar bahwa itu merupakan keniscayaan. Bahkan kehidupan adalah pendahulu kematian. Anggaplah hanya soal waktu untuk kita melewati hidup dan lalu mati, atau menunda mati dengan mencari persoalan hidup. Dan semua yang berawal akan berakhir. Walau bagaimanapun kita mengawalinya, tetap akan sulit menebak akan bagaimana akhirnya.
Tuesday, 3 March 2015
Friday, 19 December 2014
Menuju Hati
Klise
Sebab permintaan dari seorang kawan, aku mem-publish tulisan kali ini. Sebagai teman yang baik, sekalipun aku tidak memberimu sesuatu yang cukup berharga, setidaknya aku cukup baik dengan memberi space kosong di blog ku yang tak semana ini untuk menyematkan karya mu. Dengan tag namamu. Jangan mengumpatku. Sungguh, aku sudah cukup baik, kan? Hahaha.Ini karya mu. Aku memenuhi janjiku kali ini.
Tuesday, 14 October 2014
Karena Hanya
Selalu ada saja alasan untuk menulis.
Gambaran bahagia, setia, canda bahkan sesuatu yang menguras air mata
semua hanya mengalir begitu saja jika aku tuangkan dalam sebuah
tulisan. Begitu caraku menulis. Lalu aku akan merasa cukup tenang
setelahnya. Walau beberapa tulisan akan segera aku hapus usai aku
menemukan titiknya. Hanya karena alasan sederhana, tak semua yang
kita pendam ternyata cukup baik diceritakan bahkan dari sebuah media
tulisan sekalipun.
Monday, 6 October 2014
Indonesia Kita
Para jalang yang nyata adalah si tikus
berdasi yang memilih naik dengan jabatan tinggi hanya untuk mengisi
perutnya sendiri. Dia mungkin kurang disayang Tuhan, maka ia mencari
kebahagian duniawi yang tak bisa membuatnya tentram. Ia mungkin tahu
akan masuk neraka, maka ia mencari surganya dunia. Atau lebih parah lagi, jangan-jangan mereka telah memesan tiket khusus ke neraka.
Thursday, 2 October 2014
Berlalu
Di dunia ini, ada sesuatu yang jika
kamu mengenangnya mungkin akan membuatmu merasakan sakit, tapi kamu
akan terus mengingatnya, bahkan setengah memaksa untuk kembali
mereka-reka.
Monday, 8 September 2014
Lalai yang Menyesal
Aku mencari celah diantara banyaknya asa, barangkali ada
yang silap kuingat untukku usaha wujudkan dalam nyata. Namun aku merasa ini
akan menjadi sampah percuma, karena aku terlalu lambat menyesalinya.
Ribuan hari terlewati sia-sia. Sedangkan aku disini masih
sibuk membilang tentang cita-cita. Bagai masih menjadi boneka kecil ibu. Disaat
tersadar kini aku terlanjur renta.
Subscribe to:
Posts (Atom)









