Tiap orang punya hal yang merasa membuat dirinya tertekan, apakah lingkungan atau malah orang-orang sekitar. Orang yang mendapat bully misalnya, harus lebih bersabar dan tetap berfikir sehat kapan harus melawan atau berdiam. Orang yang takut mengendarai motor, harus rela usaha lebih untuk kesana kemari. Orang yang tidak bisa beradaptasi, harus kuat lebih banyak lagi untuk menahan diri. Tapi, dalam setiap perjalanan hebat memang selalu ada tantangan berat. Dengan begitu kita akan merengkuh nikmat yang akan datang pada waktu yang tepat.
Wednesday, 25 November 2015
Thursday, 19 November 2015
Memulai untuk Mengakhiri
Jika sidang telah dilalui,
Jika ijazah telah dimiliki,
Dan jika gelar dibelakang nama ini sah dibubuhi,
Lantas, selanjutnya apa?
Ntahlah. Jangan
tanyakan itu pada mahasiswa tingkat akhir. Pertanyaan itu mungkin akan
mengindikasikan tidurnya tak lelap dan degup jantungnya berdetak lebih cepat,
karena itu terdengar seperti pukulan yang hebat. Jangan lakukan dosa besar ini,
setidaknya saat proses revisi masih harus dijalani dan masih menunggu ekseskusi
dari para penguji.
Wednesday, 30 September 2015
Lirih
-- CERPEN --
Sejak beberapa waktu yang lalu,
hujan senang datang tiba-tiba. Tak ada angin ataupun mendung, bahkan saat
matahari sedang terik sekalipun, kadang hujan turun uapkan hawa panas jalanan
aspal penuh debu. Aku tak tahu sejak kapan, tapi cuaca sudah tak lagi menentu.
Thursday, 17 September 2015
Keep Calm and Stay Istiqamah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh hati
yang sedang memendam cinta dalam diam, hati yang sedang berjuang untuk istiqamah dengan
tidak menerima dan memberi cinta pada orang yang tak halal baginya, hati yang
sedang dalam penantian panjang untuk menemukan sandaran dalam perjalanan menuju
surga-Nya.
Kali ini kita akan berbagi
pendapat tentang perkara yang takkan ada habis jika dibincangkan sepanjang
masa. Perkara hati. Perkata cinta. Perkara memberi harap. Perkara
mengharapkan.
Sunday, 6 September 2015
Aku Kini 21
Thursday, 14 May 2015
Absurd
Hujan turun deras sore ini, meninggalkan kabut dan memburamkan kaca jendela kamarku. Angin bertiup kencang, dari sudut kamar aku menikmatinya. Diluar, petir menyambar-nyambar begitu kentara terdengar di telingaku. Aku disini, sendiri. Hanya bersama suara nyaring percikan hujan. aku sering merindukannya pada kemarau panjang yang lalu. Ia meninggalkan kesan yang syahdu, dan bau tanah yang membuatku merasa jatuh cinta pada Tuhan, pada alam, lagi dan lagi. Cinta yang luar biasa dari alasan yang sederhana. Maka aku merasakan sensasi yang luar biasa.
Sunday, 15 March 2015
Hijrah
Kita bergelut dengan kehidupan, juga kematian, dan menimbang seakan keduanya merupakan hal yang bermusuhan, disaat kita sadar bahwa itu merupakan keniscayaan. Bahkan kehidupan adalah pendahulu kematian. Anggaplah hanya soal waktu untuk kita melewati hidup dan lalu mati, atau menunda mati dengan mencari persoalan hidup. Dan semua yang berawal akan berakhir. Walau bagaimanapun kita mengawalinya, tetap akan sulit menebak akan bagaimana akhirnya.
Tuesday, 3 March 2015
Friday, 19 December 2014
Menuju Hati
Klise
Sebab permintaan dari seorang kawan, aku mem-publish tulisan kali ini. Sebagai teman yang baik, sekalipun aku tidak memberimu sesuatu yang cukup berharga, setidaknya aku cukup baik dengan memberi space kosong di blog ku yang tak semana ini untuk menyematkan karya mu. Dengan tag namamu. Jangan mengumpatku. Sungguh, aku sudah cukup baik, kan? Hahaha.Ini karya mu. Aku memenuhi janjiku kali ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)









