Saturday, 1 June 2013

Kesalahan(ku) Hingga 18 Tahun

bagi mereka yang duduk di sudut ruang dan memilih menghabiskan waktu dengan berkaca pada cermin satu sisi. Sadarlah, frame itu hanya berisi dimensi yang sama, satu ruang, satu rasa, satu pribadi yang akan selalu gamang diterawang.

Catatan Usang


Ini tentang mereka,
Yang datang singgah memberi harapan
dan tinggalkan kekosongan.
Aku masih hidup disini, tidak lagi sendiri.

Biarkan Aku menyelinap Dalam Lelap Untuk bisa Rasakan Indahnya


Aku sadar ketika mereka kata tak ada satu kata pun bisa lepaskan diri dari tuntutan masa depan. Wujudkan harapan tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus jatuh berulang kali untuk berhasil satu kali. Harus menangis berjuta kali, dia pun belum tentu datang menghampiri. Lelah tak sanggup lagi menjadi kata yang terucap dari bibir. Ia tumpah ruah dalam buliran bening yang terasa menghantam sudut hati bertubi-tubi hingga ia rubuh dari dalam.


Kita Bersekat, kah?


Aku selalu berusaha mencari celah sempit diantara tembok tinggi yang membatasi ku dengan hal-hal baik dan mengejutkan.
Bukan hal mudah bagiku untuk sampai pada taraf ini, walau bagi sebagian orang menganggap ini perjuangan yang terlalu percuma.
karena sebagian dari mereka bahkan dengan mudah dapat menggapai apa yang aku inginkan. tanpa usaha. tanpa perlu bersusah payah sebelumnya.


Biarlah Luka itu Hanya Milikku

Aku luka. Kau tau itu.
Hanya sia-sia aku perdaya waktu dan mata mu untuk anggap aku tak mengapa.
Sejauh ini aku masih bisa berlari. tak mengapa.
Aku bisa tertawa jika yang lain mulai jenaka. Aku masih belum lupa caranya


Selembar Kenangan di Antara Setumpuk Masa Lalu


Pagi menuai embun dari lembaran rerumpun padi yang menguning. Sayup-sayup angin semilir menjatuhkan tetesnya, menetes ke pematangan sawah. Burung-burung tampak kegirangan menatap buliran padi dari awang angkasa. Hanya saja dia takut mendekat, takut-takut si Bapak kayu jerami akan melemparinya. Pondok-pondok kecil itu menambah keindahan tersendiri di antara hijau padi yang tingginya bisa melebihi aku saat itu. Itulah keadaannya, dulu. Masihkah kamu merasakan sebentuk keindahan itu? Ditambah dengan pohon rindang di persimpangan jalan itu, menyejukkan betapa hangatnya suasana
Keadaan seperti itu yang dulu kami lewati setiap harinya. Menemani kami bermain di sela waktu. Menyaksikan aku dan temanku bermain engklek dan lompat karet di depan rumah atau untuk sekedar menyaksikan aku dan abangku menarik ulur tali di jalanan siang yang terik.

Wednesday, 29 May 2013

Hidup dalam lintasan waktu

 
Aku berlari dalam lintasan waktu yang tak pernah henti. Sesekali aku berlari dalam barisan depan, namun tak jarang aku tertinggal sendiri. Ada semangat membara di masa muda yang membuatku terus berkeinginan berlari dalam lintasan itu, menjadi yang terdepan, menjadi yang terbaik di antara yang lainnya. Kuikat tali sepatuku dengan kencang. Telah kumulai untuk mengarungi lintasan itu…

Tanya Anak Negeri


 
Aku tak begitu paham dengan sistem politik di negaraku. Aku tak tahu makanan jenis apa ”reshuffle” yang sekarang marak dibicarakan oleh pejabat tinggi. Aku hanya seorang pelajar yang hanya tau bahwa negaraku Indonesia, simbolnya burung garuda, benderanya merah putih, dan didasari oleh pancasila. Aku mendapat pelajaran itu sejak aku duduk di sekolah dasar. Guru PPKN yang mengajarkan kepadaku. Beliau mengatakan,  ”Kita harus bela negara!”.

Hidup dan Cinta Hanya Sebatas Fikiran


Cinta takkan sempurna. Aku fikir, Ia hanya sebatas perasaan yang terombang ambing yang akan berarti semisal kita mengartikannya. Maksudku begini, cinta itu hanya sekedar perasaan yang seharusnya dapat kita control , bukan sesuatu yang dapat mengambil alih logika dari daya fikir kita.

Sunday, 6 January 2013

Celotehan Mahasiswa Baru


Sudah terhitung lima bulan sejak aku membunyikan genderang perang menuju masa perkuliahan. Dunia baru yang sangat berat bagi ku, dan aku rasa juga bagi mahasiswa baru jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) lainnya di Universitas Syiah Kuala. Berat, sangat memberatkan. Beberapa tugas datang bertubi, kuis silih berganti,  tiba-tiba midtest dan sekarang final telah menanti.