Pagi menuai embun dari lembaran rerumpun padi yang menguning.
Sayup-sayup angin semilir menjatuhkan tetesnya, menetes ke pematangan
sawah. Burung-burung tampak kegirangan menatap buliran pad
i dari awang
angkasa. Hanya saja dia takut mendekat, takut-takut si Bapak kayu jerami
akan melemparinya. Pondok-pondok kecil itu menambah keindahan
tersendiri di antara hijau padi yang tingginya bisa melebihi aku saat
itu. Itulah keadaannya, dulu. Masihkah kamu merasakan sebentuk keindahan
itu? Ditambah dengan pohon rindang di persimpangan jalan itu,
menyejukkan betapa hangatnya suasana
Keadaan seperti itu yang dulu kami lewati setiap harinya. Menemani
kami bermain di sela waktu. Menyaksikan aku dan temanku bermain engklek
dan lompat karet di depan rumah atau untuk sekedar menyaksikan aku dan
abangku menarik ulur tali di jalanan siang yang terik.