Aku berlari
dalam lintasan waktu yang tak pernah henti. Sesekali aku berlari dalam barisan
depan, namun tak jarang aku tertinggal sendiri. Ada semangat membara di masa muda yang
membuatku terus berkeinginan berlari dalam lintasan itu, menjadi yang terdepan,
menjadi yang terbaik di antara yang lainnya. Kuikat tali sepatuku dengan
kencang. Telah kumulai untuk mengarungi lintasan itu…
Wednesday, 29 May 2013
Tanya Anak Negeri
Aku tak begitu paham dengan sistem politik di
negaraku. Aku tak tahu makanan jenis apa ”reshuffle” yang sekarang marak
dibicarakan oleh pejabat tinggi. Aku hanya seorang pelajar yang hanya tau bahwa
negaraku Indonesia, simbolnya burung garuda, benderanya merah putih, dan
didasari oleh pancasila. Aku mendapat pelajaran itu sejak aku duduk di sekolah
dasar. Guru PPKN yang mengajarkan kepadaku. Beliau mengatakan, ”Kita harus bela negara!”.
Hidup dan Cinta Hanya Sebatas Fikiran
Sunday, 6 January 2013
Celotehan Mahasiswa Baru
Sudah terhitung lima bulan sejak aku membunyikan genderang perang menuju masa perkuliahan. Dunia baru yang sangat berat bagi ku, dan aku rasa juga bagi mahasiswa baru jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) lainnya di Universitas Syiah Kuala. Berat, sangat memberatkan. Beberapa tugas datang bertubi, kuis silih berganti, tiba-tiba midtest dan sekarang final telah menanti.
Sunday, 3 June 2012
Kenangan Putih Abu-abu
ingin memaksa waktu untuk berhenti saja saat ini
ingin menghabiskan batere jam seisi dunia agar sehari berputar lebih lama dari biasanya
agar aku bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan kalian semua
Friday, 1 June 2012
Untukmu yang Istimewa
menemukan sosok seperti mu dalam hidupku mmbuatku mrasa berharga
tak pernah menyesali bahkan sangat menghargainya
sedikit banyakk pertemuan ini mengubah hidupku jauh lebih baik dari sebelumnya
tak pernah menyesali bahkan sangat menghargainya
sedikit banyakk pertemuan ini mengubah hidupku jauh lebih baik dari sebelumnya
Wednesday, 24 August 2011
Aku dan 17
Selama ini hidup dengan sangat aman dan nyaman dalam rangkulan keluarga dan sahabatku.
tanpa menyadari aku tumbuh menjadi anak yang sangat manja.
Harus kusadari, cepat atau lambat akan ada hal-hal yang harus kuselesaikan sendiri, namun aku bahkan tidak menyakini kemampuanku sendri.
sempat berfikir, ini adalah jalan dalam hidupku yang salah.
Aku mungkin salah berbelok atau terlalu melihat ke depan tanpa memperhatikan hal-hal yang berjalan di sampingku.
tanpa menyadari aku tumbuh menjadi anak yang sangat manja.
Harus kusadari, cepat atau lambat akan ada hal-hal yang harus kuselesaikan sendiri, namun aku bahkan tidak menyakini kemampuanku sendri.
sempat berfikir, ini adalah jalan dalam hidupku yang salah.
Aku mungkin salah berbelok atau terlalu melihat ke depan tanpa memperhatikan hal-hal yang berjalan di sampingku.
Thursday, 30 June 2011
Tentang Pengakuan
INI PENGAKUANKU
oleh Zulia Maulina (Catatan) pada 30 Januari 2011 pukul 13:18
Tidak ada kesempurnaan di dunia
perempuan yang lebih cantik, belum tentu yang terbaik
setiap orang memiliki porsi ketidak sempurnaannya
dulunya pernah membenci diri sendiri karena kekurangan ku
tapi kini merasa kekurangan ku itu yang membawa kelebihan lainnya
suatu waktu pernah berfikir diri yang paling hina
perempuan yang lebih cantik, belum tentu yang terbaik
setiap orang memiliki porsi ketidak sempurnaannya
dulunya pernah membenci diri sendiri karena kekurangan ku
tapi kini merasa kekurangan ku itu yang membawa kelebihan lainnya
suatu waktu pernah berfikir diri yang paling hina
Monday, 20 June 2011
Kita, Sahabat
Bukankah ini menarik, setiap kita
menemui seseorang kita tidak bisa memprediksi apakah nantinya dia
akan menjadi musuh atau sahabatmu...
Sejak pertama bertemu, aku pun tak menyangka akan begini skenario Tuhan untuk kita. Serangkaian cerita kita lalui. Saat itu, aku merasa ini akan menjadi 3 tahun yang membosankan. Hari berganti hari, berubah menjadi tahun dan membawa kita pada hari ini.
Kebetulankah pertemuan kita saat itu? Tidak! Aku tidak percaya pada kebetulan, yang aku percaya adalah Tuhan telah menakdirkan kamu untukku, hingga hari ini, aku bisa menggenggam tanganmu sebagai seorang yang kamu sebut sahabat.
Sejak pertama bertemu, aku pun tak menyangka akan begini skenario Tuhan untuk kita. Serangkaian cerita kita lalui. Saat itu, aku merasa ini akan menjadi 3 tahun yang membosankan. Hari berganti hari, berubah menjadi tahun dan membawa kita pada hari ini.
Kebetulankah pertemuan kita saat itu? Tidak! Aku tidak percaya pada kebetulan, yang aku percaya adalah Tuhan telah menakdirkan kamu untukku, hingga hari ini, aku bisa menggenggam tanganmu sebagai seorang yang kamu sebut sahabat.

“3 tahun yang membosankan” ternyata hanyalah pernyataan yang tak beralasan, karena kalian ada untukku, selalu begitu. Bahkan setelah 3 tahun itu hampir berlalu. Dan mengapa sekarang waktu terasa berlari dari sisiku, nyaris akan membawamu menjauh dari pandanganku.
Sadarkah kamu, bahwa 3 tahun itu telah berlalu, sedang kita sibuk menghitung jari mengira hari berpisah itu.
Kamu telah bertambah umur, aku pun begitu. Kita mengembangkan kepribadian bersama, berbagi rasa. Dan hingga aku menyadari, kini aku sudah sangat mengenalmu. Baik burukmu telah aku terima, untuk mengimbangi baik burukku. Dalam beberapa sisi, aku bahkan menjadi iri padamu, sahabatku sendiri. Kuakui, personality mu luar biasa. Lain waktu ajarkan aku untuk mudah melepaskan rasa, karena aku sedikit lelah menjadi orang yang sok tegar. Mungkin aku akan belajar caramu untuk berbagi rasa dengan sesama dan tak gengsi menumpahkannya dengan air mata.
Apakah
ini berlebihan, sahabat?
Percayalah, aku perlu mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan ini cukup lama.
Mungkin aku terlalu sering tak perduli. Tapi, aku tidak bermaksud menyakiti. Aku fikir kamu mengerti aku.
Percayalah, aku perlu mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan ini cukup lama.
Mungkin aku terlalu sering tak perduli. Tapi, aku tidak bermaksud menyakiti. Aku fikir kamu mengerti aku.
Pertambahan umurmu ini, semoga semakin baik
dari sebelumnya. Selalulah menjadi perhiasan Tuhan dalam dunia-Nya.
Jagalah apapun yang telah tuhan berkahi untukmu. Kecantikan, sifat
ramahmu, kebaikan, dan perhatianmu terhadap sesama. Tetaplah menjadi
seperti itu. Dan bila nantinya aku yang berubah, maka tolong tegurlah
aku.
Sahabatku, apakah ini adalah terakhir kalinya kamu melewati pertambahan umurmu bersamaku? Semoga saja tidak. Aku berharap akan terus begini, bahkan hingga nanti, pada waktu yang tak terbatas.
Selamat ulang tahun, sahabat. Doaku menyertaimu. Selalulah seperti itu :)
Tuesday, 3 August 2010
Obsesi Masa Muda
Jiwa muda
menggelora
membakar setiap
sendi kehidupan kaula muda
Ada peluhnya yang
tumpah dalam kepuasan yang tak ternilai oleh
harga
Ada semangat
dalam setiap langkah hidupnya
Subscribe to:
Posts (Atom)




