Hari ini aku menemukan angka satu
lainnya. Berarti, genap 19 sudah. Tapi, haruskah aku membilangnya?
Toh, hanya lilin yang bertambah, yang akan perlahan juga lelap dalam
gelap dan berlalu menjadi asap yang bergelayut di ruang udara.
Friday, 23 August 2013
Friday, 7 June 2013
Aku Hanyalah Hamba
Ya Allah Ya Tuhan ku, Engkau yang paling mengerti tentang rasa yang kadang tak sanggup lagi ditahan oleh hati dan fikiran ini. Seberapa berat yang kujalani aku yakin sebagai bentuk kasih sayangMu untuk menguji ku menjadi umatmu yang lebih baik.
Saturday, 1 June 2013
Cinta ini Cinta-Mu
Manusia tidak dilahirkan sendirian, selain karena ia selalu bersama Allah, Tuhannya. Ia selalu disatukan dalam karunia bersama jiwa-jiwa yang inginkan kebersamaan. Sungguh cinta pada manusia itu tak terukur, namun cinta pada Tuhan akan membuat semua kian teratur. Mungkin ini akan sulit dimengerti bagi mereka yang telah tertutup mata hati. Karena sungguh bukan masalah pandai berkata-kata, melainkan soal hati yang mengerti tentang nurani.
Langit, Menangislah untukku !
awan berarak menderu.
kadang gelap, biru langit menjadi kelam.
kadang teriknya buat mata menyipit tak mampu menatap.
dia bergerak, hanya seolah menjinjit tak ingin langkahnya terdengar.
tapi kau dapat rasakan dia berubah. perlahan.
ubah gerak menjadi diam dalam lelap.
lalu ubah sepi menjadi aktivitas yang tak terelakkan.
My Live is an Adventure
Orang-orang datang dan pergi dari putaran zona hidupku
membawa sejuta rasa, walau terkadang malah meninggalkan pilu
mengingat hal itu,
aku sempat menolak kehadiran orang-orang baru dalam hidup ku
Kesalahan(ku) Hingga 18 Tahun
bagi mereka yang duduk di sudut ruang dan memilih menghabiskan
waktu dengan berkaca pada cermin satu sisi. Sadarlah, frame itu hanya
berisi dimensi yang sama, satu ruang, satu rasa, satu pribadi yang akan
selalu gamang diterawang.
Catatan Usang
Ini tentang mereka,
Yang datang singgah memberi harapan
dan tinggalkan kekosongan.
Aku masih hidup disini, tidak lagi sendiri.
Biarkan Aku menyelinap Dalam Lelap Untuk bisa Rasakan Indahnya
Aku sadar ketika mereka kata tak ada satu kata pun bisa lepaskan diri dari tuntutan masa depan. Wujudkan harapan tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus jatuh berulang kali untuk berhasil satu kali. Harus menangis berjuta kali, dia pun belum tentu datang menghampiri. Lelah tak sanggup lagi menjadi kata yang terucap dari bibir. Ia tumpah ruah dalam buliran bening yang terasa menghantam sudut hati bertubi-tubi hingga ia rubuh dari dalam.
Kita Bersekat, kah?
Aku selalu berusaha mencari celah sempit diantara tembok tinggi yang membatasi ku dengan hal-hal baik dan mengejutkan.
Bukan hal mudah bagiku untuk sampai pada taraf ini, walau bagi sebagian orang menganggap ini perjuangan yang terlalu percuma.
karena sebagian dari mereka bahkan dengan mudah dapat menggapai apa yang aku inginkan. tanpa usaha. tanpa perlu bersusah payah sebelumnya.
Biarlah Luka itu Hanya Milikku
Aku luka. Kau tau itu.
Hanya sia-sia aku perdaya waktu dan mata mu untuk anggap aku tak mengapa.
Sejauh ini aku masih bisa berlari. tak mengapa.
Aku bisa tertawa jika yang lain mulai jenaka. Aku masih belum lupa caranya
Hanya sia-sia aku perdaya waktu dan mata mu untuk anggap aku tak mengapa.
Sejauh ini aku masih bisa berlari. tak mengapa.
Aku bisa tertawa jika yang lain mulai jenaka. Aku masih belum lupa caranya
Subscribe to:
Posts (Atom)


