Sunday, 6 January 2013

Celotehan Mahasiswa Baru


Sudah terhitung lima bulan sejak aku membunyikan genderang perang menuju masa perkuliahan. Dunia baru yang sangat berat bagi ku, dan aku rasa juga bagi mahasiswa baru jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) lainnya di Universitas Syiah Kuala. Berat, sangat memberatkan. Beberapa tugas datang bertubi, kuis silih berganti,  tiba-tiba midtest dan sekarang final telah menanti.

Sunday, 3 June 2012

Friday, 1 June 2012

Untukmu yang Istimewa

menemukan sosok seperti mu dalam hidupku mmbuatku mrasa berharga
tak pernah menyesali bahkan sangat menghargainya
sedikit banyakk pertemuan ini mengubah hidupku jauh lebih baik dari sebelumnya


Wednesday, 24 August 2011

Aku dan 17

Selama ini hidup dengan sangat aman dan nyaman dalam rangkulan keluarga dan sahabatku.
tanpa menyadari aku tumbuh menjadi anak yang sangat manja.
Harus kusadari, cepat atau lambat akan ada hal-hal yang harus kuselesaikan sendiri, namun aku bahkan tidak menyakini kemampuanku sendri.

sempat berfikir, ini adalah jalan dalam hidupku yang salah.
Aku mungkin salah berbelok atau terlalu melihat ke depan tanpa memperhatikan hal-hal yang berjalan di sampingku.

Thursday, 30 June 2011

Tentang Pengakuan

INI PENGAKUANKU

oleh Zulia Maulina (Catatan) pada 30 Januari 2011 pukul 13:18

Tidak ada kesempurnaan di dunia
perempuan yang lebih cantik, belum tentu yang terbaik
setiap orang memiliki porsi ketidak sempurnaannya

dulunya pernah membenci diri sendiri karena kekurangan ku
tapi kini merasa kekurangan ku itu yang membawa kelebihan lainnya
suatu waktu pernah berfikir diri yang paling hina

Monday, 20 June 2011

Kita, Sahabat

Bukankah ini menarik, setiap kita menemui seseorang kita tidak bisa memprediksi apakah nantinya dia akan menjadi musuh atau sahabatmu...

Sejak pertama bertemu, aku pun tak menyangka akan begini skenario Tuhan untuk kita. Serangkaian cerita kita lalui. Saat itu, aku merasa ini akan menjadi 3 tahun yang membosankan. Hari berganti hari, berubah menjadi tahun dan membawa kita pada hari ini.
Kebetulankah pertemuan kita saat itu? Tidak! Aku tidak percaya pada kebetulan, yang aku percaya adalah Tuhan telah menakdirkan kamu untukku, hingga hari ini, aku bisa menggenggam tanganmu sebagai seorang yang kamu sebut sahabat.


“3 tahun yang membosankan”
ternyata hanyalah pernyataan yang tak beralasan, karena kalian ada untukku, selalu begitu. Bahkan setelah 3 tahun itu hampir berlalu. Dan mengapa sekarang waktu terasa berlari dari sisiku, nyaris akan membawamu menjauh dari pandanganku.

Sadarkah kamu, bahwa 3 tahun itu telah berlalu, sedang kita sibuk menghitung jari mengira hari berpisah itu.

Kamu telah bertambah umur, aku pun begitu. Kita mengembangkan kepribadian bersama, berbagi rasa. Dan hingga aku menyadari, kini aku sudah sangat mengenalmu. Baik burukmu telah aku terima, untuk mengimbangi baik burukku. Dalam beberapa sisi, aku bahkan menjadi iri padamu, sahabatku sendiri. Kuakui, personality mu luar biasa. Lain waktu ajarkan aku untuk mudah melepaskan rasa, karena aku sedikit lelah menjadi orang yang sok tegar. Mungkin aku akan belajar caramu untuk berbagi rasa dengan sesama dan tak gengsi menumpahkannya dengan air mata.



Apakah ini berlebihan, sahabat?
Percayalah, aku perlu mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan ini cukup lama.
Mungkin aku terlalu sering tak perduli. Tapi, aku tidak bermaksud menyakiti. Aku fikir kamu mengerti aku.


Pertambahan umurmu ini, semoga semakin baik dari sebelumnya. Selalulah menjadi perhiasan Tuhan dalam dunia-Nya. Jagalah apapun yang telah tuhan berkahi untukmu. Kecantikan, sifat ramahmu, kebaikan, dan perhatianmu terhadap sesama. Tetaplah menjadi seperti itu. Dan bila nantinya aku yang berubah, maka tolong tegurlah aku.




Sahabatku, apakah ini adalah terakhir kalinya kamu melewati pertambahan umurmu bersamaku? Semoga saja tidak. Aku berharap akan terus begini, bahkan hingga nanti, pada waktu yang tak terbatas.

Selamat ulang tahun, sahabat. Doaku menyertaimu. Selalulah seperti itu :)

Tuesday, 3 August 2010

Obsesi Masa Muda



Jiwa muda menggelora
membakar setiap sendi kehidupan kaula muda
Ada peluhnya yang  tumpah dalam kepuasan yang tak ternilai oleh harga
Ada semangat dalam setiap langkah hidupnya

Kenangan Rasa

Setiap keadaan selalu berhasil meninggalkan kenangan
Menorehkan kata rindu dalam lembaran buku agendaku
Ingin selalu sempat sekedar untuk melihatnya
Untuk mengingatkanku bahwa aku pernah melewati hal semacam itu

Malangnya Ilalang


Aku adalah ilalang pada lapangan luas tak bertuan
Bukan masalah jika kaki-kaki kecil itu menimpaku
Ku tahan panasnya matahari yang bergelantungan di langit yang terang
Rinai hujan yang turun membasahipun tak kuhiraukan

Tempat Kerinduan



Lautan mampu menyibak besarnya kuasa Tuhan
Ombaknya memberikan kabar yang tak bisa terbaca oleh fikiran
Angin berbisik berantai mengantarkan riak terpecah ke daratan
Menepikan pasir-pasir yang hanya memilih diam